Info Terkini Mengenai Matahari Terbit dari Barat

Hi KNIDy :)

REPUBLIKA.CO.ID, Telah diadakan penelitian bahwa kutub magnet bumi hingga tahun 1970 bergerak dengan kecepatan tidak lebih dari 10 km dalam setahun, akan tetapi pada tahun-tahun terakhir ini kecepatan tersebut bertambah hingga 40 km dalam setahun.
Bahkan pada tahun 2001 kutub magnet bumi bergeser dari tempatnya hingga mencapai jarak 200 km dalam sekali gerak. Ini berarti bumi dengan pengaruh daya magnet tersebut mengakibatkan dua kutub magnet bergantian tempat. Artinya bahwa “gerak” perputaran bumi akan mengarah pada arah yang berlawanan. Ketika itu matahari akan terbit (keluar) dari Barat.
Ilmu pengetahuan dan informasi seperti ini tidak didapati Demitri dalam buku-buku atau didengar dari manapun, akan tetapi ia memperoleh kesimpulan tersebut dari hasil riset dan percobaan serta penelitian.
Ketika ia menelaah kitab-kitab samawi lintas agama, ia tidak mendapatkan satupun petunjuk kepada informasi tersebut selain dari Islam.
Ia mendapati informasi tersebut dari sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Huarirah, bahwasanya Rasulullah saw bersabda, ”Siapa yang bertobat sebelum matahari terbit dari Barat, maka Allah akan menerima tobatnya.''
Redaktur: Endah Hapsari
Sumber: jurnalhajiumroh.com
REPUBLIKA.CO.ID, Kebenaran ajaran Islam terus-menerus dibuktikan oleh penemuan demi penemuan ilmu pengetahuan. 1.400 tahun yang lalu, Rasulullah SAW sudah menyatakan dalam hadisnya bahwa kelak matahari akan terbit dari Barat sebagai bukti keagungan Allah SWT dan ciri-ciri kiamat sudah semakin dekat.
"Tidak akan terjadi kiamat sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya, apabila ia telah terbit dari barat dan semua manusia melihat hal itu maka semua mereka akan beriman, dan itulah waktu yang tidak ada gunanya iman seseorang yang belum pernah beriman sebelum itu." (Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. Dan riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Ibn Majah).
Matahari terbit dari Barat akan terjadi selama satu hari saja, kemudian tertutuplah pintu taubat. Setelah itu, gerakan matahari pun akan kembali seperti sebelumnya terbit dari timur sampai terjadinya kiamat. Ini sesuai dan dibenarkan oleh peneliti NASA dalam artikelnya. 
Dari Ibn 'Abbas, "Maka Ubai bin Ka'ab berkata, Maka bagaimana jadinya matahari dan manusia setelah itu?" 
Rasulullah menjawab: "Matahari akan tetap menyinarkan cahayanya dan akan terbit sebagaimana terbit sebelumnya, dan orang-orang akan menghadapi (tugas-tugas) dunia mereka, apabila kuda seorang laki-laki melahirkan anaknya, maka ia tidak akan dapat menunggang kuda tersebut sampai terjadinya kiamat." (Fathul Baari, Kitaburriqaq, Juz 11, Thulu’issyamsi Min Maghribiha).
Hal itulah yang ditelaah oleh seorang ilmuwan asal Rusia. Demitri Bolyakov, seorang ahli fisika yang sangat menggandrungi kajian serta riset-riset ilmiah, mengatakan bahwa pintu masuk ke-Islamannya adalah fisika. Sungguh suatu yang sangat ilmiah, bagaimanakah fisika bisa mendorong Demitri Bolyakov masuk Islam? 
Demitri mengatakan bahwa ia tergabung dalam sebuah penelitian ilmiah yang dipimpin oleh Prof. Nicolai Kosinikov, salah seorang pakar dalam bidang fisika. 
Mereka sedang dalam penelitian terhadap sebuah sampel yang diuji di laboratorium untuk mempelajari sebuah teori modern yang menjelaskan tentang perputaran bumi dan porosnya. Mereka berhasil menetapkan teori tersebut. 
Redaktur: Endah Hapsari
Sumber: apakabardunia.com
Tidak kalah santer ternyata kaum kuffar tetap hendak mengaburkan berita di atas dengan membuat bentahan-bantahan sekuler dan jauh dari dalil bahkan membawa-bawa pendapat 'ulama sekelas ibnu katsir yang terkesan dipaksakan.
Seperti yang ditulis oleh kaum kuffar berikut dalam blognya:
Sains dan agama tidak dapat dicocok-cocokan karena, seperti kata Stephen Jay Gould dalam usulan NOMA (non-overlapping magisteria)-nya, keduanya berada di ranahnya masing-masing. Upaya pencocokan pun pada akhirnya hanya akan berakhir pada penistaan agama, karena seperti kata Karl Popper sains bersifat harus selalu bisa difalsifikasi, sehingga ketika teori sains salah maka ayat Quran yang dicocokan juga menjadi salah, sehingga kehilangan wibawanya. Selain itu, pencocok-cocokan Quran dengan sains hanya akan menjatuhkan kredibilitas Quran karena dibuat mengikuti ke manapun arah sains bergerak.
Yang membuat artikel Detik dan Republika semakin buruk lagi adalah penggunaan foto Professor Sean Ling secara sembarangan dan menyebarkan kebohongan tentang keberadaan professor palsu serta konjekturnya yang salah fatal. Maka dari itu penulis berharap agar kedua media ini segera mengklarifikasikan tulisan mereka dan membuat pernyataan maaf kepada Professor Sean Ling secara terbuka apabila tidak ingin kehilangan kredibilitasnya. (http://cocologi.tumblr.com/post/29722010061/republika-dan-detik-menyebar-kebohongan-dan-kesalahan). 
Tidak tanggung-tanggung, sumber yang disadur salah satunya adalah " Al-Bidaya wa An-Nihaya karya Ibn Kathir".
Perlu diperjelas wahai kawan, ketika seorang berpindah agama kembali pada fithroh yakni ISLAM, maka musuh ISLAM yakni kafir, entah itu dari yahudi atau nasrani akan senantiasa membuat makar bahkan membuat bualan-bualan agar domba peliharaannya.