Siap-Siap Menanti Gerhana Matahari Cincin 21 Mei

Bulan akan menutupi 94 persen matahari saat gerhana terjadi dan dapat dilihat oleh warga di wilayah timur Indonesia pada pagi hari.
Gerhana matahari yang pertama di 2012 akan menghiasi langit akhir pekan ini. Gerhana ini akan terjadi ketika bulan melintas di depan matahari dan membentuk sebuah "cincin". Fenomena alam itu berlangsung 20 Mei atau 21 Mei di bagian timur Bumi.

Saat terjadi gerhana matahari cincin (annular solar eclipse), bulan akan menutupi 94 persen matahari sehingga hanya tampak sebagai cincin bercahaya. Jalur terjadinya gerhana matahari cincin hanya selebar 240 km, namun melintasi tempat-tempat dengan populasi padat di dunia.

Zona gerhana ini merentang dari Asia Tenggara ke Samudra Pasifik sampai wilayah barat Amerika Utara. Warga di Tokyo (Jepang), Medford (Oregon), Chico (California), Reno (Nevada), Alburquerque (New Mexico) dan Lubbock (Texas) bisa menikmatinya. Di tempat tersebut gerhana akan terlihat sekitar empat setengah menit. Sedangkan puncak gerhana akan terjadi di Pasifik utara, selatan Kepulauan Aleut, dengan durasi 5 menit 46.3 detik.

Namun untuk wilayah Indonesia hanya bisa melihat gerhana matahari sebagian, kurang dari 45 persen dan terlihat saat matahari terbit. Fenomena ini tidak akan terlihat di wilayah barat Indonesia dan yang diperkirakan bisa melihat adalah bagian timur, misalnya Manado dan Manokwari.

Gerhana matahari 3 persen terjadi di Manado mulai dari matahari terbit dan berakhir pukul 06.38 WITA. Sedangkan di Manokwari mulai pukul 06.07 WIT sampai pukul 07.26 WIT dengan gerhana matahari yang terjadi hanya 17 persen.

"Di Indonesia terlihatnya memang gerhana matahari sebagian, meski sebenarnya yang terjadi adalah gerhana matahari cincin," ujar Profesor Riset Astronomi Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin. "Gerhana matahari cincin juga terjadi karena piringan matahari terhalang piringan bulan sehingga terlihat seperti cincin." (wk/mr)