Kalla: Stop Spekulasi Penyebab Sukhoi Nahas

JK meminta semua pihak bekerja sama ungkap teka-teki jatuhnya SSJ-100.

Serpihan pesawat Sukhoi Superjet-100 (REUTERS/ Stringer)

VIVAnews -- Ada tiga faktor penyebab kecelakaan Sukhoi Superjet-100 di Gunung Salak: manusia, teknis di pesawat, maupun alam. Namun, apa persisnya belum diketahui. Kotak hitam pun belum ditemukan.

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla meminta semua pihak agar dapat bekerjasama untuk mengungkap teka-teki di balik jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Bogor. Termasuk menemukan kotak hitam pesawat pabrikan Rusia itu.

"Harus, karena ini menyangkut kepentingan nasional, korbannya dari Indonesia pesawatnya Rusia tentu masing-masing ingin melihat kebenarannya," kata Jusuf Kalla saat menyaksikan evakuasi Jenazah di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu 13 Mei 2012.

Jusuf Kalla juga meminta semua pihak agar tidak berspekulasi soal penyebab jatuhnya pesawat. Karena ini menyangkut persoalan teknis dan pemerintah juga masih mencari penyebab jatuhnya pesawat.

"Kita punya pesawat juga bisa kecelakaan, bisa karena teknis dan manusia. Jadi harus diteliti dulu," kata Kalla.  "Yang penting kita bekerja bersama-sama disamping belasungkawa ini juga untuk kepentingan nasional dan internasional."

21 kantong jenazah
Sementara, tiga kantong jenazah korban pesawat Sukhoi Superjet 100 kembali tiba di RS Polri Soekanto, Kramat Jati, Jakarta Timur. Sekitar pukul 12.30 tiga ambulan membawa kantong jenazah dari bandara Halim Perdanakusuma, Minggu, 13 Mei 2012.

"Tiga kantong jenazah, sudah tidak utuh, terdiri dari bagian-bagian," ujar salah satu petugas ambulan.

Setelah dicatat oleh petugas kamar jenazah RS Polri Soekanto, kantong-kantong jenazah tersebut dibawa ke dua tenda Disaster Victim Identification (DVI) untuk diidentifikasi.

"Di dalam tenda tersedia enam meja untuk mengidentifikasi jenazah korban, setelah itu bagian-bagian tubuh korban diberi label oleh petugas DVI," ujar Marsekal Muda (Purn) Sunaryo, perwakilan PT Trimarga Rekatama, agen penjualan Sukhoi di Indonesia.

Pagi tadi, dua kantong jenazah tiba lebih dulu di RS Polri Soekanto sekitar pukul 7.40 WIB. Hingga siang ini, DVI telah menerima 21 kantong jenazah korban kecelakaan pesawat SSJ 100. (eh)