Malam Ini Bulan Sabit Bersatu dengan Venus


Planet Venus (NASA)
VIVAnews - Pada Selasa, 24 April atau malam ini, pengamat benda-benda langit akan berusaha menangkap keindahan saat bulan sabit meluncur untuk bertemu planet paling terang, Venus.

Penampakan Venus menarik banyak pasang mata setelah matahari terbenam. Pengamat telah memantau planet terang ini selama beberapa minggu. Sayang, sebagian besar tidak yakin atas pemandangan yang dilihatnya.

Planetarium Hayden, New York, Amerika Serikat melaporkan banyak pertanyaan mendarat seputar penampakan Venus. Rata-rata mereka menyatakan kebingungan seperti, "Saya telah melihat 'bintang putih dan besar' bersinar di barat setelah matahari tenggelam selama beberapa malam. Saya curiga itu mungkin planet, tapi ada yang bilang itu kemungkinan satelit. Bahkan, mungkin pesawat ruang angkasa."

Venus sangat terang sehingga Anda bisa melihatnya pada siang hari. Tapi, untuk mencari posisi yang tepat pada langit biru relatif sulit. Setelah malam datang dalam kondisi yang sangat gelap, planet dapat terlihat seperti bayangan.

Planet "cinta" ini begitu terang pada Januari 2011 sehingga pilot maskapai Air Canada mengira itu pesawat lain. Pilot ini mengirim pesan darurat pada penumpang pesawat untuk bersiap dalam kondisi waspada karena potensi tabrakan bisa terjadi.

Bulan Sabit Bertemu Venus


Pertemuan bulan dan Venus pada malam ini tidak akan menjadi kesatuan yang sangat dekat. Ada celah yang relatif lebar memisahkan kedua benda terang ini di tengah gelapnya langit malam. Mereka akan muncul terpisah sekitar 6 sampai 7 derajat seperti dikutip dari laman Space.com. Venus akan berada di atas bulan yang kurus.

Tingkat cahaya bulan akan menjadi 12 persen dengan posisi agak jauh dari bumi. Jarak ini disebabkan bulan baru melewati puncak titik terjauh dalam orbit pada Minggu.

Ketika mereka bersatu malam nanti, bulan akan menjauh sekitar 404.000 kilometer. Posisi ini masih lebih dekat dibanding Venus yang pada saat yang sama akan mencapai 181 kali lebih jauh.