Ayo Menanam Pohon dengan Benar!!


Gerakan Indonesia menanam merupakan agenda tahunan yang dicanangkan pemerintah untuk mengatasi krisis Global Warming. Langkah ini diambil didasarkan karena sangat kritisnya lahan dan kawasan Hutan yang berdampak pada kerusakan Lingkungan. Dari strategi yang diambil secara prioritas diindikasikan agar rakyat Indonesia menanam pohon dalam satuan Batang (bukan luas) sehingga target yang dicapai adalah tertutupnya lahan-lahan kritis serta terciptanya kawasan hutan yang dinamis. Namun dalam realisasi dilapangan kegiatan Indonesia Menanam lebih difokuskan kepada Green Area (public area), hal ini mengharuskan kita agar dapat memilah antara taman kota, jalur hijau, area public, kawasan hutan dan lahan non kawasan.

Namun dimanapun area yang akan menjadi tempat penanaman, harus tetap mengacu pada sistem penanaman yang tepat agar mendapatkan hasil yang maksimal.
Berikut ini adalah Tips menanam pohon yang baik :
1. Tentukan lahan,
Lahan hutan, merupakan media tumbuh bagi tanaman hutan berperan dalam rangka menciptakan pohon-pohon hutan sesuai dengan karakteristiknya. Lahan yang dipilih sebagai target penanaman hendaknya merupakan zona bebas dari segala bentuk aplikasi pembangunan baik pemerintah maupun swasta, karena proses terciptanya pohon-pohon hutan memerlukan waktu yang panjang (diatas 10 tahun) untuk dapat terciptanya ekosistem hutan. Jadi hendaknya lahan-lahan tersebut diplanning dengan matang agar pelaksanaan penanam pohon tidak merupakan seremonial belaka.
2. Tentukan bibit
Dalam kegiatan penanam pohon setelah lahan telah ditetapkan, langkah berikutnya adalah menentukan jenis bibit yang akan ditanam. Jenis-jenis yang akan ditanam hendaknya merupakan jenis andalan lahan setempat (pohon yang dapat tumbuh pada areal tersebut), bukan berdasarkan tren ataupun ketersediaan bibit pada kebun bibit, pada lahan yang sangat kritis hendaknya lebih diprioritaskan tanaman jenis-jenis pionieer, untuk mempercepat proses penutupan lahan.
3. Lubang Tanam
Pembuatan lubang tanam sebaiknya dilakukan sehari sebelum dilakukan penanaman, hal ini dimaksudkan agar suhu udara didalam dan diatas permukaan lahan stabil sehingga dapat membantu menggurangi stess pada tanaman dalam beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Lubang tanam dibuat minimal 20 cm x 20 cm dengan kedalam 30 cm – 40 cm (disesuaikan dengan media tumbuh perakarannya). Apabila perlu setelah lubang dibuat ditambahkan pupuk kandang untuk membantu hara media tanaman.
4. Cara Penanaman
Bibit yang akan ditanam terlebih dahulu dilepaskan dari kantung-kantung media tumbuhnya (polybag) kemudian ditanaman bersama media tumbuhnya, harus hati-hati agar media tumbuhnya jangan samapi rusak, Tanaman harus tegak agar proses pertumbuhan dapat berkembangan dengan baik. Kemudian tutup lubang tanaman sambil menekan pelan pada sekeliling tanaman sampai bibit dapat berdiri dengan baik.
5. Waktu Penanaman.
Pelaksanaan penanaman hendaknya dilakukan mulai jam 07.00 -09.00 dan 17.00 – 18.00, karena pada jam-jam tersebut suhu permukaan tanah sedang turun dan stabil sehingga dapat mengurangi stress pada tanaman. Apabila tidak memungkinkan menanam pada jam-jam tersebut dapat dilakukan pada jam diantaranya akan tetapi setelah dilakukan penanaman segera dibuatkan naungan untuk menghindari terik matahari yang dapat membakar hijau daun tanaman, apabila sampai terbakar maka klorofil daun tidak dapat berfotosintesi dan akhirnya tanaman akan mati.
6. Pemeliharaan
Kegiatan ini sama penting dengan tahapan-tahapan diatas, dimana sering kita mengesampingkan langkah yang satu ini, setelah penanaman hendaknya dilakukan pemeliharaan terhadap gulma, liana semak, hewan tangan manusia dan lain  sebagainya, agar ruang tumbuh tanaman dapat berkembang dengan baik. Kegiatan ini dapat dilaksanakan pada 6 bulan setelah penanaman sampai tanaman berumur 3 tahun.
Demikian Tips menanam ini, selamat mencoba dan jadilah Pemuda Indonesia Menanam untuk Dunia dengan semangat 100 Tahun Kebangkitan Nasoinal, AYo….. Kita Bisaaaaaaaaaaaaaa…