App Ini Hadirkan Kupu-Kupu Virtual di Mobile

App "iButterfly" merupakan aplikasi Augmented Reality pertama di Indonesia.
Ilustrasi pengguna iButterfly (coloribus.com)
VIVAnews – Inovasi dalam perangkat smartphone kini muncul kembali dalam aplikasi teknologi Augmented Reality pertama di Indonesia. Aplikasi ini memungkinkan pengguna dapat melihat dan menangkap kupu-kupu virtual melalui aplikasi smartphone dengan platform Android, iOS, dan BlackBerry.

Inovasi iButterfly ini sebelumnya dikembangkan oleh Dentsu Inc Tokyo, dan telah sukses diluncurkan di Jepang pada 2010. Aplikasi ini langsung mencatat sukses di Hong Kong pada tahun berikutnya. Kini, iButterfly siap melayani pengguna smartphone di Indonesia.

“Kecenderungan masyarakat Indonesia dalam menggunakan smartphone semakin meningkat. Hal tersebut memicu pengembang aplikasi smartphone untuk menawarkan konsep aplikasi yang unik,” kata Paramitha Indri Hapsari, Digital Strategist Dentsu Digital Division dalam keterangan tertulis yang diterima VIVAnews, Jumat 23 Desember 2011.

iButterfly tak hanya menawarkan aplikasi kupu-kupu virtual dengan konten dan informasi menarik secara periodik. Para pengguna tidak perlu lagi merasa kesulitan memeriksa daftar transaksi voucher yang seringkali hilang, cukup dengan melihat bukti yang tertera pada aplikasi iButterfly.

“Keinginan untuk mencoba hal-hal baru adalah alasan utama mengapa aplikasi Augmented Reality diminati oleh para pengguna smartphone di Indonesia. Penggunaannya juga tidak sulit, cukup dengan mengunduh aplikasi iButterfly pada smartphone, fitur-fitur ini dapat langsung digunakan,” tambah Ibnu Fajar, Senior Marketing Manager PT Cherrypicks Indonesia.

iButterfly Indonesia sudah tersedia untuk diunduh secara gratis di AppStore untuk iPhone, iPod Touch, dan iPad, serta tersedia di Android Market untuk Android Smartphones.

Saat ini, iButterfly telah mengeluarkan beberapa seri kupu-kupu virtualnya, yakni seri How To Use, How To Advertise, WishButterfly, Batik, dan Jokes.

Dengan diluncurkannya aplikasi iButterfly di Indonesia, para pengguna diharapkan bisa lebih memaksimalkan fungsi smartphone-nya dan bisa menjadi alternatif media untuk melakukan aktivasi produknya. (art)