Satelit Kembar Akan Meneliti Inti Bulan

Kedua satelit ini akan mempelajari kerak permukaan hingga ke inti Bulan.

Bulan saat gerhana (AP Photo/Dan Balilty)

VIVAnews - NASA akan meluncurkan misi luar angkasa ke Bulan untuk memetakan inti dalam satelit bumi itu.
Misi ruang angkasa GRAIL (kependekan dari Gravity Recovery and Interior Laboratory) akan diluncurkan di pangkalan udara Cape Canaveral di Florida, Sabtu mendatang. Sedianya GRAIL hendak diluncurkan Kamis lalu namun rencana itu ditunda karena adanya hambatan angin.
Nantinya misi ini akan memanfaatkan roket Delta II untuk membawa dua satelit kembar GRAIL-A dan GRAIL-B. Kedua satelit ini tidak akan melakukan penelitian terhadap bulan di permukaannya. Jadi, ia tak akan mendarat di sana, melainkan menjalankan observasi di orbit bulan, dengan dilengkapi dengan kamera. 
Tujuan utama kedua satelit ini adalah menentukan struktur dalam Bulan, mulai dari kerak permukaan, hingga ke dalam intinya. Mereka juga akan mempelajari evolusi suhu Bulan,  
Hingga kini, bulan memang masih menyimpan banyak rahasia. Formasi pembentuk bulan masih menyimpan tanda tanya besar bagi para ilmuwan, dan sisi jauh Bulan masih belum banyak dieskplorasi. Selain itu, misi ini juga akan berusaha memahami bagaimana planet-planet terestrial secara umum bisa terbentuk dengan mempelajari Bulan.
Grail in orbit (Nasa)
"Salah satu tujuan kami menjalankan misi GRAIL adalah untuk memahami bagaimana terbentuknya Bulan, dan bagaimana bulan berevolusi menjalani sejarah pembentukannya," kata Maria Zuber, Principal Investigator GRAIL dari Massachusetts Institute of Technology.
Nantinya, Satelit GRAIL akan menempuh perjalanan sepanjang 2 juta mil untuk sampai ke Bulan. Butuh sekitar empat bulan bagi pesawat luar angkasa itu untuk mencapai Bulan. Rute yang ditempuh memang lebih lama, namun lebih efisien dan bisa mengirit biaya.
 
• VIVAnews